• Senin, 26 September 2022

Pasar Hewan Jonggol Ditutup Sementara Karena Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 12:06 WIB
Dokter hewan terlihat lalukan pemeriksaan hewan ternak milik warga (Dok Pemkab Lumajang)
Dokter hewan terlihat lalukan pemeriksaan hewan ternak milik warga (Dok Pemkab Lumajang)

Libernesia.com - Pemerintah Kabupaten Bogor menutup sementara (lockdown) Pasar Hewan Jonggol (Pasar Kamis). Hal ini karena ditemukan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada 14 ekor sapi di sana.

PMK adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus. Gejala paling umum adalah demam, blister di mulut dan kaki hewan ternak serta air liur yang kental.

Plt Bupati Bogor meminta masyarakat, khususnya para peternak dan penjual hewan ternak agar mematuhi arahan petugas lapangan dalam menangani PMK.

Baca Juga: Pupuk Kujang Latih Warga Untuk Membuat Tas Cantik

Hal tersebut dilakukan agar penyebaran penyakit tersebut dapat diperkecil sehingga tidak akan memberikan masalah yang besar ke depannya.

Iwan juga berharap penutupan sementara dan penanganan ini merupakan upaya membuat Pasar Hewan Jonggol menjadi lebih bersih dan terhindar dari virus PMK sebagaimana sedia kala.

"Pemkab (Pemerintah Kabupaten) membuka tujuh posko untuk memantau perkembangan kasus PMK. Posko tersebut berada di Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor dan enam Puskewan yang tersebar di wilayah Cibinong, Babakan Madang, Jonggol, Pamijahan, Laladon, dan Jasinga," tutur Iwan (27/5) dikutip dari Detik.

Baca Juga: Alasan Kementerian Dalam Negeri Singapura Tolak Kehadiran Abdul Somad

Bila ditemukan gejala penyakit tersebut masyarakat dapat menghubungi posko-posko tersebut baik dengan datang maupun melalui hotline kewaspadaan PMK, yaitu 0812-8644-3517.

Pemberlakuan lockdown 14 hari merupakan tindakan yang berusaha menghalau virus karena pada dasarnya dalam waktu tersebut penyebaran dapat ditekan agar roda ekonomi kembali berputan.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Otje Subagdja, mengatakan bahwa waktu tersebut juga sebagai upaya evaluasi dan pengujian laboratorium untuk melihat kondisi kesehatan hewan.

"Isolasi penyembuhan bida mencegah penyebaran wabah PMK sehingga aktivitas Pasar Hewan Jonggol bisa kembali normal di Hari Raya Iduladha atau Hari Raya Qurban," tutup Otje.

Editor: Muhamad Romli

Sumber: Liputan 6, Detik News

Tags

Terkini

X