Bawaslu Karawang Waspada, Setiap Tahapan Pemilu Berpotensi Terjadi Pelanggaran

- Selasa, 14 Maret 2023 | 07:43 WIB
Sosialisasi Bawaslu Karawang tentang pengawasan partisipatif yang diikuti ormas keagamaan, pemuda dan perempuan (Libernesia )
Sosialisasi Bawaslu Karawang tentang pengawasan partisipatif yang diikuti ormas keagamaan, pemuda dan perempuan (Libernesia )

Libernesia.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karawang, menilai kalau setiap tahapan Pemilu berpotensi terjadi pelanggaran.

"Setiap tahapan Pemilu, seperti sekarang ini tahap pemutakhiran data, tahapan ini berpotensi terjadi pelanggaran," kata Komisioner Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri.

Menurut dia, dalam penyusunan daftar pemilih, masih ditemukan dugaan pelanggaran, baik prosedur maupun teknis.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling di Karawang, Selasa 14 Maret 2023

Dalam prosedur pencacahan data pemilih ke tempat pemungutan suara (TPS) masih ditemukan pemilih yang ditempatkan ke TPS jaraknya jauh dari rumahnya. Masih ditemukan pula pemilih disabilitas yang dalam pencoklitan tidak tercatat dalam data pemilih disabilitas.

"Atas potensi pelanggaran itu, kami biasanya menyampaikan saran perbaikan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) Karawang, agar ada perbaikan dalam melaksanakan tahapan," kata dia.

Komisioner Bawaslu lainnya, Suryana Hadi Wijaya, menyampaikan bentuk pengawasan dalam pemutakhiran data pemilih Pemilu ialah untuk melindungi hak politik masyarakat.

Baca Juga: Wabup Karawang Apresiasi Peran Penting Petugas Pantarlih Dalam Sukseskan Pemilu 2024

Menurut dia, saat ini Bawaslu menitikberatkan pencegahan dalam hal pengawasan Pemilu 2024. Karena itu, metode pengawasan Bawaslu saat ini lebih melibatkan masyarakat.

Hal tersebut diterapkan karena jika dibandingkan dengan luas wilayah di Karawang, sumber daya Bawaslu sangat terbatas.

Komisioner Bawaslu Karawang Engkus Kusnadi menyampaikan kalau pihaknya mengajak ormas keagamaan, ormas pemuda dan ormas perempuan untuk berpartisipasi dalam melakukan pengawasan pada Pemilu 2024.

Baca Juga: Jasa Insentif Nakes dan Non Nakes RSUD Karawang Dianggarkan Capai Rp 47 Miliyar

Ia mengatakan, pada dasarnya kelancaran pelaksanaan Pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara dan peserta saja. Itu adalah tanggung jawab bersama, termasuk kalangan tokoh agama, pemuda, perempuan serta kalangan lainnya.

"Mari kita menyongsong Pemilu yang riang gembira pada 2024, karena Pemilu itu adalah pesta demokrasi. Sesuai dengan namanya, pesta, digelar secara senang dan gembira," kata dia.

Halaman:

Editor: A. Mahendra

Tags

Terkini

X