• Sabtu, 13 Agustus 2022

Perjalanan ke Kota Kuda Kuningan PART I - Ada Rasa yang Tertinggal

- Jumat, 17 Desember 2021 | 06:00 WIB
Kereta Api (Foto: Pixabay)
Kereta Api (Foto: Pixabay)

Libernesia.com- Aku akan memulai kisah ini dari sebuah perjalanan saat aku masih mengenakan sebuah almamater kampus Universitas Singaperbangsa Karawang, sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen Singaperbangsa (HIMMAS), saya menghadiri undangan organisasi di Kota Kuda Kuningan.

Pemandangan  dan pengalaman yang tersimpan dalam kalbu mengenai perjalanan ke Kota  Kuda  tak akan terhapus oleh angin yang menghembus, hujan yang menetes membasahi bumi, sinar matahari yang membakar.

Pengalaman ini akan tersimpan dalam memori otak ku, hanya  kertas- kertas yang penuh dengan goresan tinta hitam yang akan habis termakan waktu, tetapi tidak untuk pengalaman berkunjung ke Kota Kuda Kuningan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn Periode 13 Desember - 19 Desember 2021, Segera Lakukan Manuver Cepat

Sekalipun jasadku terkubur oleh tanah ataupun jasadku di bakar dengan kobaran api, tak akan membuat esensi pengalaman yang tersurat ikut terkubur ataupun terbakar pula. Agak lebay dikit boleh lah ya. hehe

12 Desember 2014, aku dan enam sahabatku melakukan perjalanan ke Kota Kuda, ke enam sahabatku ialah Idham, Yudi, Zakaria, Kholik, Fedly dan Fajar. Kami adalah mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Singaperbangsa Karawang.

Pukul 22.15 kami meluncur ke kota kuda dengan kereta api. Lokomotif mulai disambungkan dengan gerbong- gerbong yang memuat manusia-manusia dari berbagai latar belakang yang berbeda. Suara bising terdengar di arah lokomotif, bunyi klaksonnya menggetarkan seisi stasiun, kereta pun mulai meluncur dari Cikampek menuju Cirebon.

Baca Juga: Nih 5 Kado Natal Untuk Bayi, Dijamin si Bayi Tambah Gemes

Disebrang sana terdengar alarm, tepatnya digerbang pintu rel kereta api, aku menoleh kearah itu, kemacetan yang terlihat dan silau lampu kendaraan menembus kaca kereta.  Tempat duduk yang ku duduki bergoyang-goyang kecil, suara mesin itu yang mampu memecahkan sunyinya malam itu.

Halaman:

Editor: Didi Suheri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X