• Selasa, 6 Desember 2022

BPK Temukan Ratusan Juta Rupiah Kerugian Negara Dalam Pembangunan Gedung Diagnostik RSKP Karawang

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 17:35 WIB
Menteri Kesehatan meresmikan pembangunan gedung diagnostik RSKP Karawang, (foto : instagram).
Menteri Kesehatan meresmikan pembangunan gedung diagnostik RSKP Karawang, (foto : instagram).

Libernesia.com - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menemukan kekurangan volume pada pekerjaan pembangunan gedung Diagnostik Center Rumah Sakit Khusus Paru (RSKP) Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Karawang tahun anggaran 2021 kekurangan volume pada pembangunan proyek tersebut mencapai hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga: Kasus Hilangnya 700 Tabung Gas yang Dikelola Bumdes Rawasari Dilaporkan ke Kejari Karawang
Pekerjaan Pembangunan Gedung Diagnostik Center dilaksanakan oleh CV DP sesuai Kontrak Nomor 445/009/SP-RSKP/VII/2021 tanggal 1 Juli 2021 sebesar Rp 8.621.576.788,00 Jangka waktu pelaksanaan 180 hari kalender terhitung sejak SMPK Nomor 445/159/PPK-RSKP/VII/2021 yang diterbitkan pada tanggal 1 Juli 2021. Pekerjaan telah dilaksanakan dan telah dibayar 100% sebesar Rp8.621.576.788.

Hasil pemeriksaan fisik secara uji petik pada tanggal 6 April 2022 yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan fisik dan ditandatangani oleh pemeriksa, PPK, PPTK, konsultan pengawas dan penyedia, diketahui bahwa pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Gedung Diagnostik Center tidak sesuai kontrak berupa kekurangan volume sebesar Rp287.208.612,55.

Baca Juga: Kades Pasirjaya Cilamaya Kulon Dilaporkan BPD ke Bupati Karawang

Dalam LHP BPK Kondisi tersebut disebabkan karena Kepala Dinas Kesehatan selaku Pengguna Anggaran kurang optimal dalam
mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD yang dipimpinnya. Serta PPK terkait kurang cermat dalam mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya dan PPTK terkait kurang cermat dalam mengendalikan dan melaporkan perkembangan pelaksanaan teknis Kegiatan. Bahkan Penyedia tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan perjanjian yang telah diatur dalam kontrak.

Saat dikonfirmasi Dirut RSKP Karawang, dr.Hj.Anisah M.Epid selaku PPK dalam pembangunan gedung Diagnostik Center Rumah Sakit Khusus Paru mengaku sudah membayar sebagian atas temuan tersebut.

"Ya sudah bayar sebagian," terangnya.***

Editor: Yana Mulyana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X