• Selasa, 6 Desember 2022

Pelaku UMKM Keripik Tempe Mengeluh Naiknya Harga Kedelai dan Langkanya Minyak Goreng

- Minggu, 20 Februari 2022 | 15:35 WIB
Langkanya minyak goreng dan melambungnya harga kedelai pelaku UMKM mengeluh
Langkanya minyak goreng dan melambungnya harga kedelai pelaku UMKM mengeluh

Libernesia.com - Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) keripik tempe mengeluh karena kesulitan untuk mendapatkan bahan minyak goreng dipasaran.

Belum lagi melambungnya harga kedelai. Harga komoditi bahan baku pangan sejuta umat, tahu dan tempe itu terpantau meroket belakangan ini.

Dampak dari meroketnya harga kedelai para perajin tahu dan tempe di pulau Jawa kompak akan mogok produksi. Aksi tersebut rencananya akan dilakukan selama 3 hari, dari tanggal 21 sampai 23 Februari 2022 mendatang.

Baca Juga: Kapolri Bantu Sinta Auliya Bocah Penderita Tumor Tulang Kaki

Kementerian perdagangan merilis data yang melaporkan harga kedelai pada minggu pertama Februari 2022, mencapai 15,77 dollar AS per bushel atau berkisar di Rp 11.240 per kilogram.

Masyarakat pun kini mengalami kondisi ibarat kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Bagaimana Nasib Perajin Keripik Tempe?
Apa jadinya ketika bahan baku dari sebuah produk yang diusahakan melonjak dan mulai langka? Pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga pula” sepertinya betul-betul pas dengan yang dialami perajin keripik tempe. Setelah minyak goreng yang jadi langka, kini harga kedelai dan tempe pun ikut meroket.

Baca Juga: Dia yang Lapor Dia yang Jadi Tersangka, Itulah Nasib yang Dialami Nurhayati

Seperti yang kini dirasakan Fitri, seorang perajin keripik tempe di Kota Bandarlampung, provinsi Lampung. Kenaikan harga kedelai seolah memukul usaha yang dikelolanya.

Halaman:

Editor: Nurdin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X